Rabu, 28 Desember 2011


Limbah Tahu Cair Menjadi Biogas
http://nurullita.files.wordpress.com/2008/01/picture1.jpg
Info lanjut Klik pada gambar
Tahu adalah salah satu makanan tradisional yang biasa dikonsumsi setiap hari oleh orang Indonesia. Proses produksi tahu menhasilkan 2 jenis limbah, limbah padat dan limbah cairan. Pada umumnya, limbah padat dimanfaatkan sebagai pakan ternak, sedangkan limbah cair dibuang langsung ke lingkungan. Limbah cair pabrik tahu ini memiliki kandungan senyawa organik yang tinggi. Tanpa proses penanganan dengan baik, limbah tahu menyebabkan dampak negatif seperti polusi air, sumber penyakit, bau tidak sedap, meningkatkan pertumbuhan nyamuk, dan menurunkan estetika lingkungan sekitar.
Banyak pabrik tahu skala rumah tangga di Indonesia tidak memiliki proses pengolahan limbah cair. Ketidakinginan pemilik pabrik tahu untuk mengolah limbah cairnya disebabkan karena kompleks dan tidak efisiennya proses pengolahan limbah, ditambah lagi menghasilkan nilai tambah. Padahal, limbah cair pabrik tahu memiliki kandungan senyawa organik tinggi yang memiliki potensi untuk menghasilkan biogas melalui proses an-aerobik. Pada umumnya, biogas mengandung 50-80% metana, CO2, H2S dan sedikit air, yang bisa dijadikan sebagai pengganti minyak tanah atau LPG. Dengan mengkonversi limbah cair pabrik tahu menjadi biogas, pemilik pabrik tahu tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan tetapi juga meningkatkan pendapatannya dengan mengurangi konsumsi bahan bakar pada proses pembuatan tahu.
Bahan baku yaitu dali limbah tahu cair menjadi Biogas
Sebagian besar limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuatan tahu adalah cairan kental yang terpisah dari gumpalan tahu yang disebut air dadih. Cairan ini mengandung kadar protein yang tinggi dan dapat segera terurai. Limbah cair ini sering dibuang secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu sehingga menghasilkan bau busuk dan mencemari sungai. Sumber limbah cair lainnya berasal dari pencucian kedelai, pencucian peralatan proses, pencucian lantai dan pemasakan serta larutan bekas rendaman kedelai. Jumlah limbah cair yang dihasilkan oleh industri pembuat tahu kira-kira 15-20 l/kg bahan baku kedelai, sedangkan bahan pencemarnya kira-kira untuk TSS sebesar 30 kg/kg bahan baku kedelai, BOD 65 g/kg bahan baku kedelai dan COD 130 g/kg bahan baku kedelai (EMDI & BAPEDAL, 1994).
Pada industri tempe, sebagian besar limbah cair yang dihasilkan berasal dari lokasi pemasakan kedelai, pencucian kedelai, peralatan proses dan lantai. Karakter limbah cair yang dihasilkan berupa bahan organik padatan tersuspensi (kulit, selaput lendir dan bahan organik lain).
Industri pembuatan tahu dan tempe harus berhati-hati dalam program kebersihan pabrik dan pemeliharaan peralatan yang baik karena secara langsung hal tersebut dapat mengurangi kandungan bahan protein dan organik yang terbawa dalam limbah cair. Proses produksi
2. Penerapan Prinsip 3R pada Proses Pengolahan Limbah Tahu
· Reduce :
1. Pengolahan Limbah Secara Fisika
Pada umumnya, sebelum dilakukan pengolahan lanjutan terhadap air buangan, diinginkan agar bahan-bahan tersuspensi berukuran besar dan yang mudah mengendap atau bahan-bahan yang terapung disisihkan terlebih dahulu. Penyaringan (screening) merupakan cara yang efisien dan murah untuk menyisihkan bahan tersuspensi yang berukuran besar. Bahan tersuspensi yang mudah mengendap dapat disisihkan secara mudah dengan proses pengendapan. Parameter desain yang utama untuk proses pengendapan ini adalah kecepatan mengendap partikel dan waktu detensi hidrolis di dalam bak pengendap.
2. Pengolahan Limbah Secara Kimia
Pengolahan air buangan secara kimia biasanya dilakukan untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak mudah mengendap (koloid), logam-logam berat, senyawa fosfor, dan zat organik beracun; dengan membubuhkan bahan kimia tertentu yang diperlukan. Penyisihan bahan-bahan tersebut pada prinsipnya berlangsung melalui perubahan sifat bahan-bahan tersebut, yaitu dari tak dapat diendapkan menjadi mudah diendapkan (flokulasi-koagulasi), baik dengan atau tanpa reaksi oksidasi-reduksi, dan juga berlangsung sebagai hasil reaksi oksidasi.
3. Pengolahan Limbah Secara Biologi
Semua air buangan yang biodegradable dapat diolah secara biologi. Sebagai pengolahan sekunder, pengolahan secara nbiologi dipandang sebagai pengolahan yang paling murah dan efisien. Dalam beberapa dasawarsa telah berkembang berbagai metode pengolahan biologi dengan segala modifikasinya.
Pada dasarnya, reaktor pengolahan secara biologi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu:
1. Reaktor pertumbuhan tersuspensi (suspended growth reaktor);
2. Reaktor pertumbuhan lekat (attached growth reaktor).
Di dalam reaktor pertumbuhan tersuspensi, mikroorganisme tumbuh dan berkembang dalam keadaan tersuspensi. Proses lumpur aktif yang banyak dikenal berlangsung dalam reaktor jenis ini. Proses lumpur aktif terus berkembang dengan berbagai modifikasinya, antara lain: oxidation ditch dan kontak-stabilisasi. Dibandingkan dengan proses lumpur aktif konvensional, oxidation ditch mempunyai beberapa kelebihan, yaitu efisiensi penurunan BOD dapat mencapai 85%-90% (dibandingkan 80%-85%) dan lumpur yang dihasilkan lebih sedikit. Selain efisiensi yang lebih tinggi (90%-95%), kontak stabilisasi mempunyai kelebihan yang lain, yaitu waktu detensi hidrolis total lebih pendek (4-6 jam). Proses kontak-stabilisasi dapat pula menyisihkan BOD tersuspensi melalui proses absorbsi di dalam tangki kontak sehingga tidak diperlukan penyisihan BOD tersuspensi dengan pengolahan pendahuluan.
· Reuse :
Limbah yang dihasilkan dari proses pembuatan tahu dapat digunakan sebagai alternatif pakan ternak. Hal tersebut dilakukan karena dalam ampas tahu terdapat kandungan gizi. Yaitu, protein (23,55 persen), lemak (5,54 persen), karbohidrat (26,92 persen), abu (17,03 persen), serat kasar (16,53 persen), dan air (10,43 persen). Salah satu alasannya, selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan, khususnya perairan.
· Recycle :
Larutan bekas pemasakan dan perendaman dapat didaur ulang kembali dan digunakan sebagai air pencucian awal kedelai. Perlakuan hati-hati juga dilakukan pada gumpalan tahu yang terbentuk dilakukan seefisien mungkin untuk mencegah protein yang terbawa dalam air dadih.
3. Materi
Perombakan (degradasi) limbah cair organik akan menghasilkan gas metana, karbondioksida dan gas-gas lain serta air. Perombakan tersebut dapat berlangsung secara aerobik maupun anaerobik. Pada proses aerobik limbah cair kontak dengan udara, sebaliknya pada kondisi anaerobik limbah cair tidak kontak dengan udara luar.
Biasanya biogas dibuat dari limbah peternakan yaitu kotoran hewan ternak maupun sisa makanan ternak, namun pada prinsipnya biogas dapat juga dibuat dari limbah cair. Biogas sebenarnya adalah gas metana (CH4). Gas metana bersifat tidak berbau, tidak berwarna dan sangat mudah terbakar. Pada umumnya di alam tidak berbentuk sebagai gas murni namun campuran gas lain yaitu metana sebesar 65%, karbondioksida 30%, hidrogen disulfida sebanyak 1% dan gas-gas lain dalam jumlah yang sangat kecil. Biogas sebanyak 1000 ft3 (28,32 m3) mempunyai nilai pembakaran yang sama dengan 6,4 galon (1 US gallon = 3,785 liter) butana atau 5,2 gallon gasolin (bensin) atau 4,6 gallon minyak diesel. Untuk memasak pada rumah tangga dengan 4-5 anggota keluarga cukup 150 ft3 per hari.
Proses dekomposisi limbah cair menjadi biogas memerlukan waktu sekitar 8-10 hari. Proses dekomposisi melibatkan beberapa mikroorganisme baik bakteri maupun jamur, antara lain :
a. Bakteri selulolitik
Bakteri selulolitik bertugas mencerna selulosa menjadi gula. Produk akhir yang dihasilkan akan mengalami perbedaan tergantung dari proses yang digunakan. Pada proses aerob dekomposisi limbah cair akan menghasilkan karbondioksida, air dan panas, sedangkan pada proses anaerobik produk akhirnya berupa karbondioksida, etanol dan panas.
b. Bakteri pembentuk asam
Bakteri pembentuk asam bertugas membentuk asam-asam organik seperti asam-asam butirat, propionat, laktat, asetat dan alkohol dari subtansi-subtansi polimer kompleks seperti protein, lemak dan karbohidrat. Proses ini memerlukan suasana yang anaerob. Tahap perombakan ini adalah tahap pertama dalam pembentukan biogas atau sering disebut tahap asidogenik.
c. Bakteri pembentuk metana
Golongan bakteri ini aktif merombak asetat menjadi gas metana dan karbondioksida. Tahap ini disebut metanogenik yang membutuhkan suasana yang anaerob, pH tidak boleh terlalu asam karena dapat mematikan bakteri metanogenik.
4. Biaya:
  • Biaya Langsung
- Biaya bahan baku : Kacang Kedelai, mikroorganisme atau bakteri pendukung proses pengolahan
  • Biaya tidak Langsung : upah pekerja, perawatan peralatan.
5. Energi
Penggunaan limbah tahu cair sebagai bahan baku pembuatan biogas memanfaatkan bahan-bahan yang dapat diperbaharui seperti penggunaan bakteri atau mikroorganisme pada proses pengolahannya. Sehingga pada proses pengolahan tersebut dapat mengemat energi.
5. Produk Baru
Produk yang dihasilkan dari pengolahan limbah tahu cair adalah biogas. Bio gas sangat bermanfaat bagi alat kebutuhan rumah tangga/kebutuhan sehari-hari, misalnya sebagai bahan bakar kompor (untuk memasak), lampu, penghangat ruangan/gasolec, suplai bahan bakar mesin diesel, untuk pengelasan (memotong besi), dan lain-lain. Sedangkan manfaat bagi lingkungan adalah dengan proses fermentasi oleh bakteri anaerob (Bakteri Methan) tingkat pengurangan pencemaran lingkungan dengan parameter BOD dan COD akan berkurang sampai dengan 98% dan air limbah telah memenuhi standard baku mutu pemerintah sehingga layak di buang ke sungai. Bio gas secara tidak langsung juga bermanfaat dalam penghematan energi yang berasal dari alam, khususnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (minyak bumi) sehingga sumber daya alam tersebut akan lebih hemat dalam penggunaannya dalam jangka waktu yang lebih lama lagi.


Bekerja dan Belajar Bersama
Bekerja atau belajar bersama adalah suatu proses kelompok yang disokong oleh anggota-anggota kelompok , di mana ada ketergantungan satu dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan yang disepakati. Ruang kelas adalah tempat yang baik sekali untuk membangun kemahiran kelompok yang Anda butuhkan kemudian di dalam kehidupan.
Bekerja/belajar bersama adalah pergaulan antar anggota kelompok, Anda :
  • Membangun dan memberikan pendapat untuk suatu tujuan yang sehat
  • Menambah pengertian Anda tentang suatu masalah:
    pertanyaan-pertanyaan, wawasan dan penyelesaian
  • Menanggapi, dan bekerja untuk mengerti pertanyaan-pertanyaan yang lain, wawasan, dan penyelesaian.
    Setiap anggota kelompok berwenang berbicara kepada yang lain dan menyumbangkan dan mempertimbangkan sumbangan pikiran mereka.
  • Bertanggung jawab terhadap yang lain, dan mereka bertanggung jawab terhadap Anda.
  • Tergantung satu dengan yang lain, dan mereka tergantung pada Anda.
Bagaimana membentuk suatu kelompok belajar yang baik?
  • Kegiatan kelompok dimulai dengan latihan, dan proses pengertian kelompok.
    Seorang pengajar/pelatih memulai kegiatan dengan fasilitas diskusi dan alternatif (pilihan) usulan, tetapi tidak menentukan penyelesaian terhadap kelompok, khususnya mereka yang sulit bekerja dengan kelompok.
  • Tiga hingga lima orang
    Kelompok yang besar menimbulkan kesulitan untuk mempertahankan keterlibatan masing-masing.
  • Pengajar- tugas kelompok
    Fungsi tugas kelompok lebih baik daripada tugas mandiri
  • Keragaman tingkat kemahiran, latar belakang, dan pengalaman
    • Setiap individu memperkuat kelompok
    • Setiap anggota kelompok bertanggung jawab bukan saja terhadap sumbangan pikirannya, melainkan juga membantu pengertian yang lain tentang sumber kekuatan mereka
    • Anggota yang tidak beruntung dan tidak suka terhadap kebersamaan akan menyumbangkan dorongan wewenang yang proaktif.
    • Belajar secara positif dipengaruhi oleh keragaman pandangan dan pengalaman, meningkatkan pilihan di dalam pemecahan masalah, memperluas jarak pertimbangan secara rinci.
  • Kesepakatan setiap anggota untuk mencapai tujuan dapat ditentukankan dan dimengerti oleh kelompok
    • Penilaian pasangan secara rahasia adalah cara terbaik untuk menaksir siapa yang terlibat atau yang tidak menyumbangkan pikiran.
    • Kelompok berhak untuk mengeluarkan anggota yang tidak bekerja sama atau tidak berpartisipasi, apabila semua usaha perbaikan gagal.
      (Orang yang dikeluarkan kemudian mencari kelompok yang lain yang menerimanya)
    • Individu-individu dapat terhindar kalau mereka yakin mereka melakukan lebih banyak dengan sedikit bantuan dari yang lain.
      (Orang ini dapat sering lebih mudah menemukan kelompok lain yang menerima sumbangan pikirannya)
  • Membagi prinsip-prinsip tanggung jawab, ditentukan dan disetujui oleh setiap anggota kelompok.
  • Semua ini termasuk:
  1. Adanya kesepakatan, persiapan dan tepat waktu untuk pertemuan
  2. Ada diskusi dan pemusatan perdebatan terhadap pokok persoalan, menghindari kritik perorangan
  3. Bertanggung jawab membagi tugas dan melaksanakannya tepat waktu.
    Anda mungkin perlu melaksanakan tugas-tugas dengan memiliki sedikit pengalaman, merasa tidak siap, atau bahkan berpikir yang lain dapat melakukan yang terbaik. Menerima tantangan, tetapi bersenanglah dengan keadaan bahwa Anda membutuhkan bantuan, latihan, pembimbing, atau berhenti dan mengerjakan tugas yang lain.
Proses:
  • Mengacu pada Penuntun (Pedoman) Proyek Kelompok
  • Susun tujuan, tetapkan bagaimana sering dan apa yang akan Anda komunikasikan, kemajuan penilaian, membuat keputusan, dan memecahkan konflik (pertikaian)
  • Menetapkan sumber, khususnya seseorang yang dapat menyiapkan petunjuk, pengawasan, nasehat, dan bahkan penengah.
  • Jadwal tinjauan kemajuan Anda dan komunikasi untuk mendiskusikan apa yang dikerjakan dan apa yang tidak dikerjakan.
  • Kelompok kelompok yang bermasalah seharusnya diundang atau perlu dipertemukan dengan instruktur untuk mendiskusikan kemungkinan penyelesaian


BAB I
PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang Masalah
Proses belajar yang terjadi pada individu memang merupakan sesuatu yang penting, karena melalui belajar individu mengenal lingkungannya dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Menurut pengertian secara psikologis(Slameto, 2003:2), belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Belajar akan menghasilkan perubahan-perubahan dalam diri seseorang. Untuk mengetahui seberapa jauh perubahan yang terjadi, perlu adanya penelitian. Begitu juga dengan yang terjadi pada seorang siswa yang mengikuti suatu pendidikan selalu diadakan penilaian dari hasil belajarnya berupa prestasi belajar.
Secara garis besar ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu fakor intern ( yang berasal dari dalam individu ) dan faktor ekstern atau faktor luar. Inteligensi atau kecerdasan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar dari dalam (intern). Inteligensi erat kaitannya dengan kemampuan kognitif yang dimiliki siswa meliputi kemampuan menalar, memecahkan masalah, memahami gagasan dan menggunakan bahasa.
Inteligensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar(Slameto, 2003:56). Dalam kondisi yang sama, siswa yang mempunyai tingkat inteligensi yang tinggi akan lebih berhasil dari pada yang mempunyai inteligensi yang rendah. Meskipun demikian siswa yang inteligensinya tinggi belum tentu memiliki prestasi yang lebih baik dibanding dengan siswa yang inteligensinya rendah. Hal ini disebabkan karena belajar merupakan proses yang kompleks yang melibatkan banyak faktor yang berpengaruh misalnya status sosial ekonomi orang tua.
Sosial ekonomi keluarga erat kaitannya dengan belajar anak. Dengan sosial ekonomi yang memadai, siswa akan dapat fasilitas belajar yang memadai pula, mulai dari buku-buku, meja belajar, penerangan hingga berkesempatan untuk memilih sekolah yang baik.




1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas, terdapat masalah-masalah yang diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Apakah pengertian kelompok belajar dalam pembelajaran?
2. Apa hubungan kelompok belajar dengan sosial siswa?
3. Bagaimana pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan yang diharapkan adalah sebagai berikut::
1. Untuk mengetahui bagaimana pengertian kelompok belajar dalam pembelajaran
2. Untuk mengetahui bagaimana hubungan kelompok belajar dengan sosial siswa
3. Untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pengaruh status sosial ekonomi orang tua terhadap prestasi belajar siswa.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dan diharapkan dari hasil penelitian ini adalah :
1. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memperkaya hasil penelitian yang telah ada sebelumnya dan memberikan gambaran mengenai pengaruh status sosial ekonomi dan IQ terhadap prestasi belajar siswa.
2. Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
a. Sekolah yakni membantu memberikan informasi dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa.
b. Guru yaitu sebagai bahan masukkan dalam memahami peserta didik dilihat dari status sosial ekonomi dan kecerdasannya dan memahami interaksinya di sekolah.
c. Bagi peserta didik dapat menambah wawasan dan memberi motivasi belajar dalam upaya meningkatkan prestasi belajar.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kelompok Belajar
Kelompok Belajar merupakan salah satu pembelajaran dimana siswa belajar dalam kelompok-kelompok kecil yang memiliki kemampuan yang berbeda (Anonim, 2004:11). Sedangkan menurut Ibrahim, dkk (2000: 5-6) pembelajaran kelompok merupakan pembelajaran yang dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kelompok. Siswa bekerja dalam situasi pembelajaran kelompok didorong atau dikehendaki untuk bekerjasama pada suatu tugas dan mereka harus mengkoordinasi usahanya menyelesaikan tugasnya.

Menurut Ibrahim, dkk (2000: 6)
model pembelajaran kooperatif biasanya memiliki unsur-unsur sebagai berikut:

  1. Para siswa harus memiliki persepsi bahwa mereka sehidup dan sepenanggungan bersama.
  2. Para siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dalam mempelajari materi yang dihadapi.
  3. Para siswa harus berpandangan bahwa mereka memilki tujuan yang sama.
  4. Para siswa harus berbagi tugas dan tanggung jawab yang sama besarnya dengan anggota kelompok lain. 
  5. Para siswa akan diberikan suatu penghargaan yang akan ikut berpengaruh terhadap evaluasi seluruh anggota kelompok.

2.2 Tahap-Tahap Metode Kerja Kelompok

Adapun tahap-tahap dalam pembelajaran dengan metode kelompok antara lain dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 2. 1 : Tahap-tahap dalam pembelajaran kerja kelompok

                        Fase
Tingkah laku guru
Fase – 1
Menyampaikan tujuan dan   memotivasi siswa.



Fase – 2
Menyajikan informasi.

Fase – 3
Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajar.



Fase – 4
Membimbing kelompok bekerja dan belajar.

Fase –5 
Evaluasi

Fase – 6
Memberikan penghargaan 

Guru menyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut  dan memotivasi siswa untuk belajar.



Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan.

Guru  menjelaskan kepada siswa bagaimana cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan tansisi secara efisien.

Guru membimbing kelompok-kelompok  belajar pada saat mereka mengerjakan tugas.


Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil belajarnya.

Guru mencari cara untuk menghargai upaya-upaya hasil belajar individu maupun kelompok

Berdasarkan tahap-tahap di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode kerja kelompok  harus dilakukan secara teratur agar prestasi belajar dapat meningkat. 
2.3 Tujuan Kelompok Belajar
1. Meninggikan rasa percaya diri terhadap kemampuan siswa.
2. Mengembangkan kemampuan siswa dalam bersosialisasi.
3. Mewujudkan tingkah laku yang lebih efektif.
4. Meningkatkan kemampuan berkomunikasi baik verbal maupun nonverbal.
5. Meningkatkan prestasi belajar siswa

·      Jenis-jenis Kelompok Belajar
Kelompok belajar terdiri atas berbagai macam jenis. Terbagi berdasarkan jumlah siswa per kelompok dan berdasarkan kemampuan siswa. Adapun pembagiannya adalah sebagai berikut :a.Kelompok belajar berdasarkan jumlah siswa per kelompok :
1.Kelompok besar, dengan jumlah siswa antara 20-40 orang, misalnyakomunitas percakapan Bahasa Inggris.
2.Kelompok kecil, dengan jumlah siswa antara 5-10 orang.
3.Kelompok individual, dengan jumlah siswa antara 1-5 orang, misalnyakelompok KIR (Karya Ilmiah Remaja)
b.Kelompok belajar berdasarkan kemampuan siswa :
1.Kelompok belajar sedang, adalah kelompok belajar yang dibentuk  berdasarkan pada kemampuan siswa yang masih membutuhkan bimbingan dan dorongan secara utuh supaya kelompok tersebut berhasil.
2.Kelompok belajar cukup, adalah kelompok belajar yang dibentuk  berdasarkan pada kemampuan siswa yang masih membutuhkanmotivasi dan perhatian supaya berhasil untuk mencapai tujuan.
3.Kelompok belajar baik, adalah kelompok belajar yang dibentuk  berdasarkan pada kemampuan siswa yang sudah mulai mandiri dalammenyelesaikan tugasnya
·      Kriteria-kriteria Pembentukan Kelompok Belajar
Dalam pembentukan kelompok belajar ada beberapa kriteria yang perludiperhatikan, antara lain: tujuan, materi, fasilitas belajar, dan karakteristik siswa..Jika fasilitas belajar dipandang hanya dapat digunakan oleh kelompok kecil secara bergantian, maka siswa harus dibagi menjadi beberapa kelompok kecil
·      Teknik Pembentukan Kelompok Belajar
Untuk membentuk Kelompok belajar, ada beberapa cara atau tehnik yangdapat digunakan, yaitu pembentukan yang bersifat :
a) Teknik Pembentukan Secara Otoriter Dalam pembentukan kelompok belajar dengan cara ini kelompok ditentukan sedemikian rupa oleh guru atau pembimbing tanpamemperhatikan pendapat anak-anak.Dengan demikian maka kelompok itu besar kemungkinannya tidak sesuai dengan kehendak anak-anak..
b) Tehnik Pembentukan Secara BebasTeknik ini adalah dengan menyerahkan pembentukan kelompok belajar itukepada anak-anak sementara guru atau pembimbing tidak ikut campur tangan.Tehnik ini merupakan tehnik yang sebaliknya dari yang pertama.Tehnik inipun mengandung segi-segi yang menguntungkan disamping juga ada segi-segi yang menguntungkan disamping juga adasegi-segi kelmahannya
·      Keuntungannya ialah :
• Anak-anak dapat memilih teman –teman yang betul-betul cocok sehingga mereka betul-betul kompak dan dapat diharapkan akan dapat berlangsung dengan baik.
• Di dalamn kelompok itu ada kepercayaan yang mendalam sehinggaanta mereka dapat berterus terang mengenai segala sesuatu.
·      Kelemahannya ialah :
• Mungkin akan ada anak yang tidak dipilih sama sekali untuk masuk kekdalam kelompok. Bila hal ini terjadi maka akan membawa akibatyang kurang baik.
• Ada kemungkinan bahwa kelompok yang satu dengan yang lain akansaling tertutup menutupi sehingga akan dapat menimbulkan ekses yangkurang baek.
• Ada kemungkinan bahwa anak-anaka yag pandai akan menjadi satukelompok, demikian pula dengan anak-anak yang bodoh.situasi yangdemikian tentu akan berakibat tidak baik.
• Ada kemungkinan anak –anak dari lingkungan sosial yang baik,terutama dari segi sosial-ekonomi, menjadi satu dan demikian jugasebaliknya.keadaan yang demikian ini jelas tidak baik dari segi pendidikan karena pada anak-anak akan tertanam sifat atau sikap yangkurang baik.anak yang satu akan memandang rendah anak yang lainc)Tehnik Pembentukan Secara TerpimpinPembentukan kelompok belajar dengan tehnik ini merupakan tehnik yangsebaik-baiknya.Tehnik ini merupakan perpaduan dari kedua tehnik diatas.
·      Manfaat Kelompok Belajar
1.Belajar dengan membentuk kelompok belajar sendiri dapat memotivasisemangat belajar antara teman satu dengan lainnya.
2.Saling berbagi informasi dan pengetahuan antara teman. Teman yang pandai dapat mengajari dan menularkan kepandaiannya kepada temanlainnya. Dengan begitu, materi yang diserap oleh siswa dapat meratakepada siswa lain.
3.Membangun komunikasi timbal balik dengan adanya diskusi.
4.Bekerjasama menyelesaikan PR maupun tugas sekaligus bersosialisasi diluar sekolah sehingga tidak membosankan.
5.Meringankan tugas yang diberikan kepada siswa karena dikerjakan bersama-sama dengan siswa yang lain.
6.Mengoptimalkan kemampuan berpikir siswa dalam menanggapi suatu permasalahan.
7.Belajar lebih menyenangkan karena dikerjakan secara berkelompok.
·      Belajar Kelompok yang Efisien
1.Jumlah anggota kelompok maksimal adalah 5 orang. Dengan anggotakelompok yang tidak terlalu banyak diharapkan siswa bisa lebih focusdalam berdiskusi.
2.Tentukan materi belajar jauh-jauh hari sebelum belajar kelompok dilaksanakan. Menentukan materi belajar sebelum belajar kelompok dilakukan adalah sangat penting agar semua anggota bisa mempersiapkandiri terhadap materi yang akan didiskusikan.
3.Waktu belajar kelompok minimal 2 jam tiap pertemuan dan dilakukan 3kali dalam seminggu.
4.Ciptakan suasana belajar yang serius tapi santai. si.
5.Manfaatkan waktu untuk mengerjakan soal-soal yang telah disepakati.
2.4 Kelompok Belajar Berdasarkan Pengelompokan Sosial
Pengelompokan yang dimaksud adalah sebuah metode pemisahan siswa dalam sebuah kelompok belajar berdasarkan aspek sosial anak,sosial disini berarti cangkupan bersosialisasi peserta didik dengan teman – temannya yang ada di kelas.
Sosial disini juga berarti sejauh mana pergaulan peserta didik dengan teman – temannya dikelas,dengan temannya yang dirasa oleh mereka dekat maupun temannya yang kurang dekat dengan mereka.
Dalam sebuah kelompok belajar inilah yang sangat diharapkan oleh guru dapat menunjang prestasi belajar peserta didik serta pemahaman meteri ajar oleh peserta didik.Diharapkan siswa dapat berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya dalam satu kelompok belajar kecil,dalam hal ini berdasarkan pengelompokan sosial siswa cenderung memilih teman yang dianggapnya dekat dan mereka senangi.Mereka juga akan meresa tidak nyaman bila guru menentukan teman sekelompoknya adalah teman yang kurang dekat bahkan tidak mereka sukai,karena dlam hal ini peserta didik akan merasa leluasa dan enjoy dalam bekerja dalam sebuah kelompok belajar jika sekelompok dengan teman dekatnya sendiri atau teman bermainnya dirumah.

Ada 2 faktor yang mempengaruhi pengelompokan sosial :
·      Kedekatan
Pengaruh tingkat kedekatan, atau kedekatan geografis, terhadap keterlibatan seseorang dalam sebuah kelompok tidak bisa diukur. Kita membentuk kelompok bermain dengan orang-orang di sekitar kita. Kita bergabung dengan kelompok kegiatan sosial lokal.
Kelompok tersusun atas individu-individu yang saling berinteraksi. Semakin dekat jarak geografis antara dua orang, semakin mungkin mereka saling melihat, berbicara, dan bersosialisasi. Singkatnya, kedekatan fisik meningkatkan peluang interaksi dan bentuk kegiatan bersama yang memungkinkan terbentuknya kelompok sosial. Jadi, kedekatan menumbuhkan interaksi, yang memainkan peranan penting terhadap terbentuknya kelompok pertemanan.
·      Kesamaan
Pembentukan kelompok sosial tidak hanya tergantung pada kedekatan fisik, tetapi juga kesamaan di antara anggota-anggotanya. Sudah menjadi kebiasaan, orang leih suka berhubungan dengan orang yang memiliki kesamaan dengan dirinya. Kesamaan yang dimaksud adalah kesamaan minat, kepercayaan, nilai, usia, tingkat intelejensi, atau karakter-karakter personal lain. Kesamaan juga merupakan faktor utama dalam memilih calon pasangan untuk membentuk kelompok sosial yang disebut keluarga.
Menurut Para ilmuan :
·      Mayor Polak
Kelompok belajar adalah Sejumlah orang yang saling berhubungan dalam sebuah struktur.
·      Robert K Merton
Kelompok belajar adalah Suatu unit yg terdiri dari 2 orang/lebih, yang saling berinteraksi sesuai dengan pola yang telah mapan.
·      Mac Iver & Charles H Page
Kelompok belajar adalah Himpunan atau kesatuan-kesatuan manusia yg hidup bersama. Bersifat saling mempengaruhi dan dengan kesadaran untuk saling menolong.
2.5  Ciri dari kelompok belajar berdasarkan pengelompokan sosial :
·      Menurut Soerjono Soekanto
-         Adanya kesadaran sebagai bagian drai kelompok yang bersangkutan
-         Ada hubungan timbal balik antara anggota yang satu dengan yg lain.
-         Ada suatu faktor pengikat yg dimiliki anggota-anggota kelompok, sehingga hubungan  diantara mereka bertambah erat
-         Memiliki struktur, kaidah, dan pola perilakuyg sama
-         Bersistem dan berproses
2.6  Penggunaan metode kerja kelompok :
a.       Pengelompokan untuk mengatasi kekurangan alat-alat pelajaran :
Dalam sebuah kelas, guru akan mengajarkan Sejarah Mesir kuno; Ia tidak mempunyai bahan bacaan yang cukup untuk tiap siswa. Maka untuk memberi kesempatan yang sebesar-besamya kepada siswa, kelas dibagi atas beberapa kelompok. Tiap kelompok diberi sebuah buku untuk dibaca dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang telab disediakan guru.
 
b.      Pengelompokan atas dasar perbedaan kemampuan belajar :
Di suatu kelas, guru dihadapkan pada persoalan bagai mana melaksanakan tugas sebaik-baiknya terhadap kelas yang sifatnya heterogen, yakin berbeda-beda dalam kemampuan belajar. Pada waktu pelajaran matematika, Ia menemukan bahwa ada lima orang siswa tidak sanggup memecahkan soal seperti teman-teman lainnya. Guru menyadari bahwa ia tidak mungkin rnengajar kelas dengan menyamaratakan seluruh siswa, karena ada perbedaan dalam kesanggupan belajar. Maka ia membagi para siswa dalam beberapa kelompok dengan anggota yang mempunyai kemampuan setaraf kemudian diberi tugas sesuai dengan kemampuan mereka. Sekali-kali ia meninjau secara bergilir untuk melihat kelompok mana yang membutuhkan pertolongan atau perhatian sepenuhnya.
 
c.       Pengelompokan atas dasar perbedaan minat belajar :
Pada suatu saat para siswa perlu mendapat kesempatan untuk memilih suatu pokok bahasan yang sesuai dengan minatnya. Untuk keperluan ini guru memberikan suatu pokok bahasan yang terdiri dari beberapa sub-pokok bahasan. Siswa yang berminat sama dapat berkumpul pada suatu kelompok untuk mempelajari sub-pokok bahasan yang dimaksud.
 
d.      Pengelompokan untuk memperbesar partisipasi tiap siswa :
Di suatu kelas, guru sedang mengajarkan kesusastraan. Ia memilih suatu masalah tentang lahirnya sastra baru. Dikemukakanlah masalah-masalah khusus, satu diantaranya ialah mengapa ada pendapat yang mengatakan bahwa kesadaran kebangsaanlah yang menjadi perbedaan hakiki antara kesusastraan Melayu dengan kesusastraan Indonesia. Guru tidak mempunyai waktu yang berlebihan, akan tetapi ia mengingjnkan setiap siswa berpartisipasi secara penuh. Untuk setiap masalah diperlukan pendapat atau diskusi. Maka dipecahkan kesatuan kelas itu menjadi kelompok-kelompok yang lebih kecil dengan tugas membahas permasalahan tersebut dalam waktu yang sangat terbatas. Selesai pembahasan kelompok, setiap kelompok rnengemukakan pendapat yang dianggap pendapat kelompok tersebut. Cara mengajar ini dimaksudkan untuk merangsang tiap siswa agar ikut serta dalam setiap masalab secara intensif. Tak ada seorangpun diantara mereka yang merasa mendapat tugas lebih berat dari pada yang lain. Pengelompokkan sementara dan pendek semacam ini disebut juga rapat kilat.
 
e.       Pengelompokan untuk pembagian pekerjaan :
Pengelompokkan ini didasarkan pada luasnya masalah, serta membutuhkan waktu untuk mem peroleh berbagal informasi yang dapat menunjang pemecahan persoalan. Untuk keperluan ini pokok persoalan harus diuraikan dahulu menjadi beberapa aspek yang akan dibagikan kepada tiap kelompok (tiap kelompok menyelesaikan satu aspek persoalan). Siswa harus mengumpulkan data, baik dari lingkungan sekitar maupun melalui bahan kepustakaan. Oleh karena itu proyek ini tidak mungkin diselesaikan dalam waktu dekat seperti halnya rapat kilat, melainkan kemungkinan membutuhkan waktu beberapa minggu. Jadi pengelompokkan disini bertujuan membagi pekerjaan yang mempunyai cakupan agak luas. Kerja kelonipok ini membutuhkan waktu yang panjang.

f.       Pengelompokan untuk belajar bekerja sama secara efisien menuju ke suatu tujuan :
Langkah pertama adalah menjelaskan tujuan dari tugas yang harus dikerjakan siswa, kemudian membagi siswa menurut jenis dan sifat tugas, mengawasi jalannya kerja kelompok, dan menyimpulkan kemajuan kelompok. Di sini jelas walaupun siswa bekerja dalam kelompok masing-masing dan melaksanakan bagiannya sendiri-sendiri, namun mereka harus memusatkan perhatian pada tujuan yang akan dicapai, dan menjaga agar jangan sampai keluar dan persoalan pokok. Lain halnya dengan pengelompokkan untuk pembagian pekerjaan seperti tersebut di atas, tugas kelompok di sini tidak penlu diselesaikan dalam jangka waktu panjang, guru dapat memilih persoalan yang dapat didlskusikan di kelas.
Kelebihan dan kelemahan kerja kelompok :

Kelebihan :
a.       Dapat memupuk nasa kenjasama.
b.      Suatu tugas yang luas dapat segera diselesaikan.
c.       Adanya persaingan yang sebat.

Kelemahan :
a.       Adanya sifat-sifat pribadi yang ingin menonjolkan diri atau sebaliknya yang lemah merasa rendah diri dan selalu tergantung kepada orang lain.
b.      Bila kecakapan tiap anggota tidak seimbang, akan rnenghambat kelancaran tugas, atau didominasi oleh seseorang.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Siswa SD  sebenarnya selalu membutuhkan adanya kelompok pada saat melakukan kegiatan belajar. Dalam kelompok, siswa dapat mengaktualisasikan diri. Melalui kegiatan belajar dalam kelompok, siswa memperoleh banyak hal antara lain siswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih banyak karena mereka dapat belajar dari sesama teman.
Belajar dari sesama teman memiliki makna lebih besar sebab siswa lebih mudah memahami bahasa dan isyarat yang diberikan oleh temannya. Lewat kegiatan berkelompok pula siswa memperoleh berbagai hal yang sulit didapatkan pada saat belajar sendiri, seperti sikap mau menghagai orang lain, sikap mau menerima orang lain, bekerja sama, dan sikap menikmati hidup bersama orang lain.
Dalam sebuah kelompok belajar inilah yang sangat diharapkan oleh guru dapat menunjang prestasi belajar peserta didik serta pemahaman meteri ajar oleh peserta didik.Diharapkan siswa dapat berinteraksi dengan baik dengan teman-temannya dalam satu kelompok belajar kecil,dalam hal ini berdasarkan pengelompokan sosial siswa cenderung memilih teman yang dianggapnya dekat dan mereka senangi.
3.2 Saran
            Buatlah kondisi kelas  konndusif terlebih dahulu agar peserta didik siap untuk menerima dan menyerap pelajaran yang akan mereka dapatkan.Gunakanlah metode dan strategi yang tepat dalam penyampaian materi ajar agar mudah di cerna oleh peserta didik,pakailah media pembelajaran yang cocok dan sederhana agar pemahaman siswa terhadap materi yang kita sampaikan dapat maksimal.
Ketika kita akan membuat sebuah kelompok belajar dalam sebuah kelas usahakan perhatikan aspek – aspek yang penting diantaranya aspek sosial,teman dekat dan kemampuan anak,itu semua akan memudahkan siswa dalam berinteraksi ketika belajar kelompok.
Buatlah peserta didik senyama mungkin dengan kita,dengan teman – temannya,dengan pelajarannya serta dengan suasana kelasnya agar tercipta pemahaman materi yang maksimal dari peserta didik terhadap materi pelajaran yang kita sampaikan.


DAFTAR PUSTAKA

·         www.google.com
·         Wikipedia.com//kelompok belajar
·         Google search//kelompok belajar siswa
·         Google.search//kelompok belajar berdasarkan pengelompokan sosial
·         http://kelompok belajar dan peran guru dalam mengoptimalkan prestasi belajar siswa.